Categories
Default

Jual-Beli Cabai di Lapak Maya

Kemajuan teknologi informasi mulai banyak dimanfaatkan pada sektor pertanian. Kehadiran startup seperti Sistem Aplikasi Petani Indonesia (Sipindo), bisa menjadi solusi dari harga komoditas yang sering berfluktuasi. Sipindo menjembatani penjual (petani) dan pembeli sehingga diharapkan dapat memotong rantai pasok yang selama ini terlalu panjang.

Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Glenn Pardede berujar, selain memotong rantai pasok, kehadiran aplikasi semacam Sipindo dinilai mampu membawa petani lebih dekat dengan pasar. Dengan fitur akses pasar yang tersedia dalam aplikasi, petani bisa langsung menjual komoditas hortikulturanya, seperti cabai, tomat, dan mentimun.

Petani, lanjut Glenn, bisa mendapat keuntunan yang lebih optimal karena terhindar dari permainan harga oleh tengkulak. Penjual menulis produk sesuai deskripsi, data diverifikasi dan bisa dilihat oleh pasar, kemudian pembeli bisa langsung datang menghubungi. “Dengan begitu, harga di tingkat konsumen bisa lebih murah, namun petani tetap diuntungkan,” pungkasnya.

Sipindo merupakan kerja sama Ewindo, perusahaan benih hortikultura yang lebih dikenal dengan nama Cap Panah Merah dan lembaga nirlaba Promoting Rural Income through Support for Markets in Agriculture (PRISMA). Aplikasi ini bertujuan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Indonesia, khususnya membantu memperpendek rantai pasok komoditas hortikultura.

Layout 1

Harus Pilih yang Berkualitas

Siapa yang tidak senang mendapatkan panen yang berlimpah? Apalagi pas dapat harga bagus! Semua petani cabai pasti mau. Kalau mau hasil maksimal, urusan sarana produksi tidak boleh asal- asalan. Pilih-pilih benih berkualitas dan mencukupi tanaman dengan nutrisi berimbang merupakan hal yang penting.

Pilih Benih

Sarkam, petani cabai asal Banjarnegara, Jateng, sangat memperhatikan benih. Ketua Kelompok Tani Layang Sari itu menggunakan benih yang tahan virus. “Saya tanam cabai keriting varietas unggul. Dulu pernah tanaman petani sebelah kena virus, cuma punya saya yang selamat,” kenang Sarkam yang ditemui saat PT East West Seed Indonesia Expo 2017 di Purwakarta, Jabar. Beda lagi ajuddin Nur, petani hortikultura asal Banjarmasin, Kalsel. Ia lebih suka pilih benih yang tahan simpan karena terkadang setelah panen ia perlu menyimpan cabainya hingga satu bulan.

Memilih benih unggul dan bersertifikat memang lebih disarankan karena umumnya perusahaan produsen benih tidak semata berfokus menemukan varietas unggul, tapi juga secara konstan melakukan pengujian kualitas benihnya dengan instrumen yang mumpuni.

Sales & Marketing Director PT East West Seed Indonesia Afrizal Gindow mengatakan, perusahaan benih berusaha memberikan yang terbaik dari sisi teknologi. “Kami sudah mengeluarkan benih-benih yang tahan virus. Untuk benih tahan antraknosa, kami sudah lakukan penelitian hingga 16,5 tahun dan semoga sebentar lagi bisa dapat hasilnya,” ujar Afrizal tentang varietas benih cabai keluaran perusahaannya.

Cukupi Nutrisi

Tanaman dari benih yang terpilih itu selanjutnya perlu dijaga dari serangan hama dan penyakit. Salah satu pencegahannya dengan memperkuat fisik tanaman melalui pemberian nutrisi yang baik. Selain nutrisi makro, N,P,K, buah dan sayuran termasuk cabai, membutuhkan kalsium (Ca).

“Kalsium dibutuhkan untuk memperkuat dinding sel, jadi bisa mengurangi memar, mencegah datangnya penyakit,” papar Siti Nabilla Ramadhani, Marketing Manager Crop Nutrition Yara Indonesia.

Sedangkan nutrisi mikro seperti mangan (Mn), besi (Fe), dan tembaga (Cu), Boron (B), seng (Zn), dan molibdenum (Mo), dibutuhkan cabai untuk memperkuat tanaman. Nabilla, yang akrab disapa Bea memaparkan, “Untuk tahap awal bisa gunakan pu- puk NPK 16-16-16 pada usia 14 minggu setelah tanam (MST ). Petani bisa kocor 2 kg pupuk per drum untuk sekali aplikasi,” katanya. Satu drum yang setara 200 liter dengan interval aplikasi satu kali per minggu.

Pada umur 5-8 MST, petani dianjurkan menggunakan pupuk 15,5%N+18%Ca+0,3% B dengan takaran 2 kg/ drum/aplikasi. Dan untuk tanaman usia 9, 11, 13 & 15 MST, sebaiknya aplikasikan pupuk dengan kandungan1%B+2%Cu+ 2,5% Fe, 7% Mn, 0,1% Mo + 5% Zn dengan takaran 2,5 g/tangki semprot.